Di tengah hiruk-pikuk linimasa yang dijejali showcase arsitektur Kafka, baris kode Python, tips manajemen karier, hingga riuhnya drama viral talenta digital Mas Ibam bikin mengelus dada, izinkan saya membicarakan sebuah urgensi arsitektur informasi yang jauh lebih tua dan fundamental daripada database mana pun: pentingnya validasi data dalam merespons narasi akhir zaman. Bahasan eskatologi atau ilmu akhir zaman selalu jadi lahan basah bagi tumbuhnya narasi-narasi dramatis, teori konspirasi, sampai dalil-dalil palsu yang menjamur tanpa kontrol. Tanpa merujuk pada protokol keamanan data dari para ulama, yakni sanad yang shahih, kita sejatinya hanya sedang merekayasa ekspektasi peradaban berdasarkan angan-angan kosong, bukan berdasarkan kenyataan wahyu. Ada risiko sosiologis yang sangat ngeri ketika sebuah generasi buta di tengah gemerlapnya informasi. Kalau masyarakat modern hanya merumuskan figur pembebas seperti Imam Mahdi dari potongan video pendek viral atau narasi "katanya...
Introvert tidak bercerita lewat lidahnya