Sebuah tulisan dari peneliti aerospace Nepal, membawa sebuah cerita yang begitu membekas. Tulisan itu nggak panjang, tetapi cukup buat meruntuhkan cara pandang kita tentang apa yang selama ini kita anggap sebagai prioritas, tentang kelangsungan hidup, dan tentang gimana teknologi raksasa bekerja di luar jangkauan mata kita. Ia menulis yang secara terjemahan begini: "Hari itu adalah tanggal 25 April 2015, hari ketika gempa bumi bermagnitudo 7,8 mengguncang Nepal. Saya sedang meminta ayah saya untuk memeriksa pekerjaan rumah saya ketika rak-rak buku tiba-tiba bertumbangan. Sebuah vas yang jatuh mencederai tangan saudara perempuan saya. Selama berminggu-minggu, tak terhitung banyaknya warga Nepal, termasuk keluarga saya sendiri, tidur di tanah terbuka karena kami tidak lagi percaya dinding di sekeliling kami dan lantai di bawah kami. Langit terbuka yang luas adalah satu-satunya hal yang saya anggap aman. Berbaring di sana pada suatu malam, saya ingat merasakan sebuah pemikiran, ...
Introvert tidak bercerita lewat lidahnya