Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Keluarga Besar

Bismillah Sejak pengajaran keluarga besar kelas 1 SD aku tak paham. Apa itu paman, apa itu bibi. Padahal aku sudah bertanya beberapa kali, dijelaskan beberapa kali dengan diagram, aku tetap tak paham. Pada saat seleksi olimpiade sains komputer tingkat kota, ada sebagian soal logika yang membahas tatanan keluarga. Aku saat itu hanya paham siapa itu ayah, ibu, anak, kakak, adik, kakek, nenek, paman, bibi, suami, istri. Ketika muncul kata sepupu dan keponakan, buyar tatanan logikaku dalam hal keluarga. Hasilnya, seluruh soal yang membahas tatanan keluarga, aku salah semua, dan tak lolos seleksi. Mengenai paman dan bibi, aku merasa terganggu dengan dua istilah ini. Paman memiliki sinonim kata om, bibi memiliki sinonim kata tante. Seringkali kita bertemu dengan orang tua teman kita, lalu kita memanggil orang tuanya dengan sebutan tante dan om. Itu melanggar logikaku. Padahal jelas-jelas dari keluarga yang berbeda, tidak punya kakek atau nenek yang sama, tetapi seringkali dipanggil tan...

Nasihat The Legend Pak Edi

Bismillah Jumat yang lalu aku melakukan shalat Jumat di Masjid An Nur yang sekarang sudah berbeda dibanding 5 tahun yang lalu. Masjid penuh kenangan itu sekarang lebih bersih, indah, dingin, dan tempat wudhunya ada di lantai 2. Tapi bukan itu yang menarik. Menariknya adalah Jumatan kali ini dihadiri The Legend Pak Edi. Guru Agama Islam paling senior yang kami ketahui itu maju menjadi khatib Jumat. Ada salah satu nasihat menarik dari ceramah beliau. Aku ubah sedikit gaya bahasanya, intinya sama.