Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Pembuktian Anomali Air

Bismillah Air merupakan ciptaan salah satu ciptaan fenomenal yang ada di muka bumi. Seperti yang kita ketahui di bangku sekolah, air menutupi sekitar 70% permukaan bumi. Air juga menjadi 50% lebih komposisi darah *siapa yang mengatakan 2/3 manusia tersusun dari air? seingatku iklan Aqua*. Apa hal fenomenal lain dari air? Akhirnya, setelah 5 tahun berlalu, salah satu pertanyaan tentang air terjawab: apa yang dimaksud dengan anomali air? Sebenarnya pertanyaan ini sudah terjawab 5 tahun lalu. Lebih tepatnya, hari ini adalah pembuktian dengan mata kepala sendiri.
Bismillah "Setiap orang terlahir spesial sesuai dengan spesialisasinya masing-masing."

Equinox

Bismillah Bismillah 23 September adalah salah satu tanggal khusus dalam astronomi. Equinox , begitulah disebutnya. Equinox bisa dikatakan tegak lurusnya matahari menyinari bumi. Momen ini menjadi titik pergantian musim. Buat negara di daerah khatulistiwa, biasanya tanggal 22-23 September menjadi awal musim penghujan, sementara equinox selanjutnya (tanggal 20 Maret) menjadi awal musim kemarau. Entah kenapa, momennya pas sekali. Musim apa sekarang jadi nggak jelas, apakah sekarang musim penghujan atau kemarau? Buat orang yang nggak paham penanggalan musim pasti bingung. Apa gara-gara bumi sudah berubah jadi datar ya? Hehe

Problem? No Problem

Bismillah Setelah sekian lama kabur, akhirnya ketangkep lagi. Sebulan terakhir ini rasanya panjang. Gimana nggak kerasa panjang, biasanya nggak ada kerjaan sampe bosen tidur, sekarang tidur 5 jam aja susah. Aku malah merasa bersyukur sih dengan kesibukan sekarang. Meski kebiasaan-kebiasaan baik sewaktu masa kabur sebagian nggak bisa dilakukan di masa sekarang, aku merasa tetep bahagia. Ah, roda memang nggak menarik kalau nggak berputar. Ah, move on lah dari perumpamaan roda. Beralih ke yang lebih analitis, pake aja gelombag sin. Oscilator bakal keliatan menarik kalo ada grafik naik dan grafik turun. *edisi kangen elektro Ada pelajaran menarik di sini..

Update MBTI

Bismillah, kalo yang baru kayak gini.. Hoho, kerasa banget. Aku begitu menikmati sewaktu berhubungan dengan data-data di laptop. Kerasa banget, rela tidur sendirian di labkom yang kata orang-orang angker buat latian persiapan olimpiade komputer. Sekalipun ada bagian-bagian yang nggak kupahami, aku begitu menikmati kebodohanku mengutak-atik bahasa hingga bisa. Sekarang..

Dilema Pembangunan karena Salah Paham

Bismillah Diskusi malam tadi membuka lembaran ingatan yang terlipat-lipat. Tiap orang tentu ingin sehat bukan? Hanya orang yang putus asa yang berharap jadi orang sakit, atau bisa jadi sebagai bentuk perlawanan mereka yang tertindas supaya tak diperalat mereka yang punya kuasa (curcolan buruh). Entah seorang anak kecil, orang yang agak gede, dewasa, terlebih lagi sudah sepuh. Indeks pembangunan manusia (IPM) atau bahasa Inggrisnya human development index (HDI) adalah indeks buat mengetahui kualitas manusia di suatu wilayah. Aspek yang dinilai itu ada tiga: tingkat pendidikan, tingkat kesehatan, dan tingkat kesejahteraan, intinya itu. Nah, waktu aku ikut mata kuliah statistik di awal semester, tingkat kesehatan itu diukur lewat angka harapan hidup, berapa rata-rata usia orang dalam suatu wilayah. Salah pahamnya dimana?

Mimpi dan Kenyataan

Bismillah Bahasan mimpi kali ini bukanlah mimpi "cita-cita" atau "visi" seperti yang biasa dibahas dengan teman-teman SMA ku. Mimpi yang kumaksudkan di sini ya mimpi beneran. Tidur, masuk ke dunia lain.. Aku sedikit heran, apa mimpi punya kaitan dengan dunia lain? Sebab aku merasa mimpiku seperti cerita bersambung, meski nggak semuanya, seolah-olah ada kota bahkan provinsi tersendiri dalam dunia mimpiku. Bahkan, aku sempat hafal rute perjalanannya, dari sini, ke situ, ke sana, dll. Meski sebagian ada kesamaan dengan dunia nyata, uniknya adalah ketika mimpi terjadi, mengapa latar yang sama digunakan kembali?

Sepekan Setelah Tamyiz

Bismillah Salah satu kajian dari akademi peradaban di MMI menceritakan kisah Islamisasi kebudayaan pada masa kerajaan Hindu saat itu. Perayaan pesta yang diadakan oleh orang-orang kaya nggak terima sehari-dua hari. Perayaan bisa 7 hari sampai 40 hari. Entah ya, itu ngapain aja, tapi yang jelas disana ada pertunjukan drama entah dalam bentuk wayang orang atau kulit. Drama yang ada mengisahkan cuplikan-cuplikan Mahabarata. Sunan Kalijaga memanfaatkan media itu untuk berdakwah dengan mengganti kisah-kisah yang bertentangan dengan ketauhidan, perlahan tapi pasti. Salah satunya adalah desakralisasi dewa-dewa yang awalnya sangat kuat berkuasa menjadi kalah melawan Semar.

Data yang Patut Diragukan

Bismillah Saat aku menulis bagian ini, kurasa ada yang menarik dari keilmuan. Entah benar atau tidak, karena ide ini baru melintas seketika aku membuka halaman depan blogger . Secara umum, ilmu terbagi atas tiga hal: ilmu untuk beribadah kepada Allah azza wa jalla , ilmu untuk memakmurkan dunia, dan ilmu yang tak berguna. Aku memilah ketiga jenis keilmuan ini menurut framework dari Al Baqarah ayat 30 dan Adz Dzariyat ayat 56. Yah, buka sendirilah kalau lupa.. Meskipun aku setuju dengan kalimat Conan, "Hanya ada satu kebenaran", aku masih membagi keilmuan menurut kebenaran tunggal dan kebenaran ganda. Kebenaran tunggal itu keilmuan yang digali untuk beribadah kepada Allah azza wa jalla  yang sifatnya absolut berasal dari wahyu. Sementara kebenaran ganda itu keilmuan yang digali untuk memakmurkan dunia. Kukatakan ganda karena berasal dari ra'yu (pendapat) yang bisa salah, bisa benar. Aku setuju dengan kalimat Conan karena aku menganggap memang sebenarnya kebenaran i...

Desa Pacinta

Bismillah Mendengar penelitian yang akan kulakukan, sebagian teman-temanku menyarankanku untuk memilih Pacitan sebagai lokasi. Pacinta, biasa kami pelesetkan seperti itu karena butuh kerja keras untuk hidup di sana, butuh cinta supaya betah disana, mungkin. Tapi kukatan, "Ini baru penelitian, belum ke penerapannya." Sekilas terdengar menarik apa yang terjadi di Pacinta. Tanah berupa bukit-bukit karang tandus dan infrastruktur yang minim membuat Pacinta masuk ke trilogi kabupaten terbelakang di Pulau Jawa: Pacitan, Wonoobo, Wonosari atau disingkat menjadi Pawonsari. Aku pun membayangkan bagaimana hidup di sana, dalam keterbatasan entah ada listrik atau enggak, entah ada sinyal atau enggak karena aku baru merasakan situasi yang mungkin mirip dengan situasi Pacinta, Tulungagung.

Bahaya Middle Class of Intellectual

Bismillah Apabila dirangkum, kelas-kelas intelektual terdiri atas kelas bawah, kelas menengah, kelas tinggi. Pembagian kelas ini nggak berdasarkan seberapa tinggi tingkat pendidikannya, soalnya bicara tingkat pendidikan, akan mengarah ke pendidikan formal. Padahal, pendidikan formal itu penuh kedustaan. Hasil bisa bagus, tapi belum tentu prosesnya. Sudah berapa kali kita dengar UN penuh kecurangan? Bahkan SMA kompleks sekalipun, meski cuma sebagian kecilnya aja. Bukan bermaksud menyombongkan, kalau sekelas SMA kompleks pun ada kecurangan, bagaimana dengan di luar SMA kompleks? Itu bicara kedustaan pendidikan formal tingkat dasar dan menengah. Gimana pendidikan formal tingkat tinggi? Entah aku belum mendengar informasi dari kampus lain, tetapi di kampusku, ketika tes tulis tiba, nggak jarang teman-temanku sekelas melakukan kecurangan. Belum lagi ijazah bisa dibeli. Bukan pendidikan formal yang kumaksudkan sebagai kelas intelektual, tapi yang lain. Lalu apa? Crah agawe bubrah

Radikalisme?

Bismillah "Dana Desa ini benar-benar cash for work dan dirasakan masyarakat dengan program yang sepenuhnya ada di desa. Tidak lagi hanya program pusat yang sekedar menetes ke desa. Kebijakan Dana Desa ini termasuk kebijakan radikal yang diterapkan pemerintahan Jokowi-JK," ujar Marwan.

Penelitian Baru, Baru Judulnya

Bismillah Bisa dibilang, hari ini hari yang cukup mendebarkan. Di satu sisi aku harus menyelesaikan desain eksisting 3D mushala jurusan, aku juga harus memastikan timku yang akan bergerak ke Kabupaten Tulungagung baik-baik saja. Ada pula menyusun garis besar presentasi ekonomi wilayah. Tak kalah seru, penelitian mengenai pengembangan wilayah. Di mana serunya?
Bismillah Ketika masa depan dunia dibunuh oleh orang tuanya sendiri.. Yang penting kuliah selesai dulu..

Fenomena Alam

Bismillah Asar pun tiba. Aku bergegas menuju masjid dekat rumah karena hari ini aku nggak ke kampus. Entah apa yang kulihat ada kemiripan dengan kejadian beberapa tahun yang lalu. Sejarah memang berulang kan?

Bersyukurlah

Bismillah Hari yang kunanti pun tiba. Kuangkat kakiku ke dalam bus dan melangkah menuju tempat duduk di tengah yang lagi kosong. Sesosok anak perempuan berambut ombak tersenyum lugu padaku di sebelah ayahnya, mengingatkanku pada masa kecilku hingga pemberhentian pertama, aku pun tersadar bahwa gadis mungil itu berjalan dengan satu kaki dan satu kruk di dekapannya. Astaghfirullah, maafkan hambamu ini ya Allah. Aku memiliki dua kaki untuk menapaki dunia, tetapi aku sering mengeluh..

Was-was (Lintasan)

Bismillah Tulisan ini lanjutan dari tulisanku sebelumnya yang berjudul Mau Move On? Sore tadi aku menyiapkan diri untuk menginap di Rumah Dakwah Indonesia buat mengejar ketertinggalanku dua pertemuan dari Nahwu Wadih. Tapi sebelum menginap di RDI, aku sempatkan untuk mengikuti kajian Sunnah di Masjid Al Amin yang diisi oleh Ust. Ma'ruf Nur Salam. Harapanku tinggi di masjid itu. Karpet tebal, ruangan dingin, penataan suara yang bagus, didukung dengan takmir yang tahu cara menggunakan peralatan suara dan shaf yang disesaki jamaah dari berbagai penjuru untuk mengikuti kajian. Memang, hari ini hujan cukup lama sehingga mengurangi jamaah yang datang, itu tak masalah. Yang mengurangi harapanku adalah aku duduk di shaf dekat pintu. Sewaktu sujud, baunya nggak karuan karena karpetnya lembab. Alhamdulillah aku membawa sarung sehingga bisa kuletakkan di tempat sujudku untuk mengurangi bau nggak karuan. Seusai shalat magrib, kajian dimulai. Aku memindahkan tempat dudukku mendekati bel...

Dari Nasi Padang Sampai Kemana-mana

Bismillah Masakan Padang, siapa yang nggak tau? Masakan dari Sumatera Barat terkenal dengan sambel ijonya (lado ijo) juga rendang yang jadi urutan pertama makanan paling lezat sedunia jare CNN. Sebelum magrib, aku berniat membeli masakan padang untuk dimakan bersama di rumah. Warung Padang yang kelebihan piring Sepulang dari masjid, aku segera menyalakan motor untuk membeli masakan padang (jaraknya sekitar 1 km dari rumah). Kutaruh buku di bagasi, barangkali perlu menunggu lama sewaktu membungkusnya. Padahal nggak pernah lama..

Mau Move On?

Bismillah Pertanyaan-pertanyaan itu muncul. Apa hukumnya ini? Apa hukumnya itu? Aku bukanlah ahli hukum yang bisa menjawab seluruh permasalahan yang ada mengingat aku masih belum punya pemahaman ushul fiqh . Namun, ada hal yang menarik ketika pertanyaan itu dilanjutkan dengan, "Gimana caranya biar nggak terulang?" Itu masuk ranahnya bongkarhabit. Bongkarhabit, atau mengubah kebiasaan memang bukanlah hal yang mudah, tetapi bukan berarti nggak mungkin berubah. Pernah kujawab dengan ayat dorongan semangat dari surat Al Baqarah ayat 74 mengenai hati yang lebih keras dari batu, padahal dari batu itu bisa pecah karena air. "Harapan itu masih ada!" Namun, kurasa ayat ini nggak begitu mudah dimaknai sebagai ayat dorongan semangat.

Polisi Ditakuti?

Bismillah Ada beberapa cerita yang membuat judul tulisan ini menjadi sesuai dengan isinya.. Beberapa pekan yang lalu, aku menyerahkan kepalaku untuk dipangkas di tukang pangkas rambut. Karena sebab perbedaan umur dan seringkali obrolanku agak berbeda, mas-mas yang biasa memangkas rambutku lebih memilih mengobrol dengan pelanggan lain yang lebih tua. Saat itu obrolan dimulai dari pelanggan. Beliau bercerita mengenai pekerjaannya menjadi seorang tukang. Entah tukang apa, aku tak menanyakan. Pernah suatu ketika beliau berada di rumah orang yang cukup kaya didapati penghuninya sedang bertengkar dengan sesamanya. Beberapa hari kemudian, salah seorang penghuni ditahan kepolisian, dan beliau diundang untuk menjadi saksi atas perkelahian yang terjadi karena berada di tempat saat kejadian sedang berlangsung.

3 4 1437

Bismillah Angka di atas bukanlah angka-angka keramat dari mistisme Jawa, tapi angka itu akan sangat dipahami jika memahami 4 digit terakhirnya, 1437. Ya, itulah penanggalan hijriyah, penanggalan Umat Islam yang seringkali diabaikan oleh penganutnya sendiri. 3 4 1437 berarti kemarin lusa sejak matahari terbenam sampai matahari terbenam hari kemarin. Alhamdulillah, entah kalimat apa lagi yang harus kuucapkan mengingat betapa banyak nikmat-Nya yang tak mungkin bisa kuhitung satu-persatu. Terlebih lagi di tanggal ini aku bertemu dengan Dr. Adian Husaini, mengingatkanku akan sejarah di Indonesia. Ya, sejarah. Entah apa yang terjadi dalam diriku. Ketika aku membaca atau menyimak buku-buku sejarah, aku merasa tak tertarik. Padahal guruku seringkali mengatakan bahwa kita harus belajar dari sejarah untuk supaya kita bisa menghargai usaha-usaha para pejuang dulu *konteksnya sejarah nasional Indonesia* Aku merasa sejarah begitu hambar, hanya berisikan peristiwa, tanggal, lokasi, dan  si...