Langsung ke konten utama

Mimpi dan Kenyataan

Bismillah

Bahasan mimpi kali ini bukanlah mimpi "cita-cita" atau "visi" seperti yang biasa dibahas dengan teman-teman SMA ku. Mimpi yang kumaksudkan di sini ya mimpi beneran. Tidur, masuk ke dunia lain..

Aku sedikit heran, apa mimpi punya kaitan dengan dunia lain? Sebab aku merasa mimpiku seperti cerita bersambung, meski nggak semuanya, seolah-olah ada kota bahkan provinsi tersendiri dalam dunia mimpiku. Bahkan, aku sempat hafal rute perjalanannya, dari sini, ke situ, ke sana, dll. Meski sebagian ada kesamaan dengan dunia nyata, uniknya adalah ketika mimpi terjadi, mengapa latar yang sama digunakan kembali?


Ngimpi
Suatu ketika tejadi pembicaraan iseng mengenai mimpi. Entah siapa yang memulainya, pembahasannya seputar apa yang dilihat dalam mimpi. Emang bener sih, sepanjang mimpiku, aku bisa melihat bulan, bintang, tapi tak pernah melihat matahari sedetik pun. Why? Dunno.. Seakan nonton film jadul Dark City, kota yang penduduknya tak ingat masa lalunya sekaligus tak punya masa depan karena tak ada matahari..

Oh ya, aku pernah suatu ketika menyadari aku berada dalam mimpi. Saat itu sedang perjalanan dari kota ke kota lain menggunakan motor mengikuti truk. Sebelum berangkat, aku melihat jam dinding. Ketika berangkat aku melihat jam tangan. Di tengah perjalanan, aku melihat jam tanganku kembali. Aku merasa dipermainkan waktu. Waktu berubah tak tentu. Di dua penglihatan pertama, aku hanya melihat sekilas. Di penglihatan jam ketiga, aku melihat jam tangan begitu lama. Jarum jam berubah-ubah tak tentu waktu. Berputar, berhenti, berputar, berhenti, dan seterusnya, Ada apa ini?

Hal unik yang kurasakan dari mimpi adalah, adanya kaitan dengan dunia nyata. Suatu ketika, aku rebahan di ruang tamu hingga akhirnya tertidur. Sebelum terbangun, aku melihat ada barang jatuh dari lemari pajangan. Aku melihat benda itu terjatuh bebas mengikuti gravitasi hingga akhirnya menabrak lantai "prak!" Aku terbangun. Suara itu dari dunia nyata. Ada sesuatu yang berbunyi keras di dunia nyata. Seketika aku terkejut, ada kaitan apa dunia mimpi dengan dunia nyata? Bagaimana mimpiku bisa tahu bahwa akan ada suara keras muncul di dunia nyata? Sekali lagi, bagaimana mimpiku bisa tahu bahwa akan ada suara keras muncul di dunia nyata?

Ah, mungkin aku kurang piknik sampai perlu membahas mimpi segala. Memang, Allah subhanahu wa ta'ala telah berfirman dalam Surah An Naml ayat 65 "...Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah..." Jadi, ngapain baca ini sampe serius :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Variasi Mobil Ternyata Ada Banyak

Bismillah Ada cerita tersendiri aku menghafal mobil. Sebelum aku menghafal mobil, aku menganggap semua mobil itu mirip: beroda empat, dua di depan, dua di belakang, besar, punya penutup. Aku tidak mengidentifikasi lebih lanjut. Haha.. Pertama kali aku menyadari adanya variasi mobil adalah ketika LDKMS. Saat itu aku dan beberapa panitia berjalan-jalan di saat lengang di lapangan utara. *aku tak ingat siapa yang berbicara* ada yang bertanya, "Jazz iki wek e sopo?" temannya menjawab, "Wek e X, podo koyok wek e Bianda." Sontak aku bertanya dalam hati, "Mobilnya Bianda Jazz? Kok beda sama yang ini ya?"

Promo Spesial : Insists

Bismillah Tak perlu bercakap banyak, peradaban dari timur jauh yang sempat dimotivasikan Ust. Salim A. Fillah mulai terlihat. Kau bisa menemukannya di sana..

Konvoi Ngapain

Bismillah Kemaren lusa, aku baru saja mewujudkan sikapku dalam berorganisasi di JMMI. Mengobrol santai bareng mas Fain, setelah futsal bareng jurusan, di sekpa. Diawali dari perbincangan mencari istri yang pas, yaitu yang nggak hanya mendidik anak putrinya tapi juga anak putranya, dilanjutkan dengan perbincangan santai aktivitasku di kampus 2 tahun terakhir. Saat itulah aku meminta dinon-aktifkan dari JMMI, untuk meluruskan pikiran-pikiranku yang terpintal tak karuan, mundur selangkah untuk melompat lebih tinggi. Sekitar pukul 22.23, aku pulang mengendarai motorku melewati rute biasanya, memilih rute yang lebih asri, lebih hijau, lebih tenang. Di jalan yang satu arah itu, ada segerombolan motor dan mobil lagi konvoi melawan arus sambil membunyikan klakson. "Tiiin! Tiiin!" Aku tetap melajukan motorku 50 meter dari mobil di depanku. Ketika mobil di depanku meminggir, rombongan terlihat dan mulai melintas. Ada satu orang membawa bendera plus (+) yang berarti membawa jenazah....