Kali ini melompat ke sesi materi di Waqf Site Visit di Teras Lembang. Aku sengaja lompat karena sesi sebelumnya di PIK2 nggak ada rekaman yang bisa kusimak. Mencatat pun ala kadarnya karena kadang diajak diskusi atau ada request jarak jauh urusan keuangan yayasan. Kalau sebelumnya Prof. Hamid Rasyid dari IIUM presentasi langsung offiline di atas panggung, sekarang beliau hadir online via Zoom. Dalam pemaparannya, beliau mengajak kita melintasi sejarah panjang wakaf, bongkar miskonsepsi yang terlanjur mengakar, sekaligus menantang kita buat nggak gagap hadapi pesatnya perkembangan dunia digital. Ini beberapa catatan dan poin reflektif dari sesi materi beliau. 1. Reorientasi Wakaf: Bukan Cuma Amal Selama ini, masih banyak di antara kita yang anggap wakaf sama dengan zakat atau sedekah biasa. Padahal peran dan sifat dasarnya sangat beda. Zakat adalah kewajiban yang fungsinya sebagai pembersih harta (cleansing fund), mirip seperti pemenuhan kewajiban sosial yang diatur khusus ba...
Introvert tidak bercerita lewat lidahnya