Langsung ke konten utama

Problem? No Problem

Bismillah

Setelah sekian lama kabur, akhirnya ketangkep lagi. Sebulan terakhir ini rasanya panjang. Gimana nggak kerasa panjang, biasanya nggak ada kerjaan sampe bosen tidur, sekarang tidur 5 jam aja susah. Aku malah merasa bersyukur sih dengan kesibukan sekarang. Meski kebiasaan-kebiasaan baik sewaktu masa kabur sebagian nggak bisa dilakukan di masa sekarang, aku merasa tetep bahagia.

Ah, roda memang nggak menarik kalau nggak berputar. Ah, move on lah dari perumpamaan roda. Beralih ke yang lebih analitis, pake aja gelombag sin. Oscilator bakal keliatan menarik kalo ada grafik naik dan grafik turun. *edisi kangen elektro Ada pelajaran menarik di sini..



Ada banyak kesibukan yang nggak asal sibuk, tapi ada target di dalemnya. Yang jadi unik adalah sewaktu berhasil menyelesaikan kesibukan, ada kesenangan tersendiri. Allah, give me strenth to carry on~


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Variasi Mobil Ternyata Ada Banyak

Bismillah Ada cerita tersendiri aku menghafal mobil. Sebelum aku menghafal mobil, aku menganggap semua mobil itu mirip: beroda empat, dua di depan, dua di belakang, besar, punya penutup. Aku tidak mengidentifikasi lebih lanjut. Haha.. Pertama kali aku menyadari adanya variasi mobil adalah ketika LDKMS. Saat itu aku dan beberapa panitia berjalan-jalan di saat lengang di lapangan utara. *aku tak ingat siapa yang berbicara* ada yang bertanya, "Jazz iki wek e sopo?" temannya menjawab, "Wek e X, podo koyok wek e Bianda." Sontak aku bertanya dalam hati, "Mobilnya Bianda Jazz? Kok beda sama yang ini ya?"

Promo Spesial : Insists

Bismillah Tak perlu bercakap banyak, peradaban dari timur jauh yang sempat dimotivasikan Ust. Salim A. Fillah mulai terlihat. Kau bisa menemukannya di sana..

Konvoi Ngapain

Bismillah Kemaren lusa, aku baru saja mewujudkan sikapku dalam berorganisasi di JMMI. Mengobrol santai bareng mas Fain, setelah futsal bareng jurusan, di sekpa. Diawali dari perbincangan mencari istri yang pas, yaitu yang nggak hanya mendidik anak putrinya tapi juga anak putranya, dilanjutkan dengan perbincangan santai aktivitasku di kampus 2 tahun terakhir. Saat itulah aku meminta dinon-aktifkan dari JMMI, untuk meluruskan pikiran-pikiranku yang terpintal tak karuan, mundur selangkah untuk melompat lebih tinggi. Sekitar pukul 22.23, aku pulang mengendarai motorku melewati rute biasanya, memilih rute yang lebih asri, lebih hijau, lebih tenang. Di jalan yang satu arah itu, ada segerombolan motor dan mobil lagi konvoi melawan arus sambil membunyikan klakson. "Tiiin! Tiiin!" Aku tetap melajukan motorku 50 meter dari mobil di depanku. Ketika mobil di depanku meminggir, rombongan terlihat dan mulai melintas. Ada satu orang membawa bendera plus (+) yang berarti membawa jenazah....